<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog</title>
	<atom:link href="http://herdii.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herdii.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Nov 2008 02:32:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='herdii.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog</title>
		<link>http://herdii.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://herdii.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://herdii.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK (GEM)</title>
		<link>http://herdii.wordpress.com/2008/11/15/gelombang-elektromagnetik-gem/</link>
		<comments>http://herdii.wordpress.com/2008/11/15/gelombang-elektromagnetik-gem/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 02:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdii</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[FisikaGEM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herdii.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sifat Gelombang Elektromagnetik Dapat merambat dalam ruang hampa. Merupakan gelombang transversal (arah getar ^ arah rambat), jadi dapat mengalami polarisasi. Dapat mengalami refleksi, refraksi, interferensi dan difraksi. Tidak dibelokkan dalam medan listrik maupun medan magnet. Catatan: Gelombang radio dipakai sebagai gelombang pembawa sistem komunikasi karena mudah dipantulkan oleh lapisan ionosfer. Ada 2 macam cara membawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herdii.wordpress.com&amp;blog=5517351&amp;post=8&amp;subd=herdii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><strong><span style="font-size:small;">Sifat              Gelombang Elektromagnetik</span></strong></span></span> <span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"></p>
<ol>
<li>Dapat merambat dalam ruang hampa.</li>
<li>Merupakan gelombang transversal (arah getar <span style="font-family:Symbol;font-size:small;">^</span> arah rambat), jadi dapat mengalami polarisasi.</li>
<li>Dapat mengalami refleksi, refraksi, interferensi dan difraksi.</li>
<li>Tidak dibelokkan dalam medan listrik maupun medan magnet.</li>
</ol>
<p></span> <strong><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><em>Catatan:</em></span></strong> <span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Gelombang                  radio dipakai sebagai gelombang pembawa sistem komunikasi karena                  mudah dipantulkan oleh lapisan ionosfer.</span> <span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"> <strong>Ada 2 macam cara membawa gelombang bunyi:</strong></span><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"> </span> <span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"></p>
<ol>
<li>Modulasi Amplitudo (AM) Amplitudo gelombang radio <strong>disesuaikan dengan frekuensi                      gelombang bunyi dengan frekuensi tetap. </strong></li>
<li>Modulasi Frekuensi (FM) Frekuensi gelombang radio <strong>disesuaikan dengan frekuensi                      gelombang bunyi dengan amplitudo tetap.</strong></li>
</ol>
<p></span> <span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Sistem                  FM lebih unggul daripada AM karena FM dapat mengurangi desau akibat                  kelistrikan diudara, walaupun jangkauannya terbatas sekali.</span></p>
<h1 class="firstHeading">Radiasi elektromagnetik</h1>
<p><strong>Radiasi elektromagnetik</strong> adalah kombinasi <a title="Medan listrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan_listrik">medan listrik</a> dan <a class="mw-redirect" title="Medan magnet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan_magnet">medan magnet</a> yang <a title="Osilasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Osilasi">berosilasi</a> dan merambat lewat ruang dan membawa <a title="Energi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi">energi</a> dari satu tempat ke tempat yang lain. <a title="Cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya">Cahaya</a> tampak adalah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Penelitian <a class="new" title="Teoritis (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teoritis&amp;action=edit&amp;redlink=1">teoritis</a> tentang radiasi elektromagnetik disebut <a class="new" title="Elektrodinamik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrodinamik&amp;action=edit&amp;redlink=1">elektrodinamik</a>, sub-bidang <a title="Elektromagnetisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektromagnetisme">elektromagnetisme</a>.  Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh <a class="mw-redirect" title="Heinrich Hertz" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Heinrich_Hertz">Heinrich Hertz</a>. Gelombang elektromagnetik termsuk gelombang transversal.  Setiap muatan listrik yang memiliki percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik. Waktu kawat (atau panghantar seperti <a class="new" title="Antena (elektronika) (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antena_%28elektronika%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">antena</a>) menghantarkan <a class="new" title="Arus bolak-balik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arus_bolak-balik&amp;action=edit&amp;redlink=1">arus bolak-balik</a>, radiasi elektromagnetik dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus listrik. Bergantung pada situasi, gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti <a title="Gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang">gelombang</a> atau seperti <a title="Partikel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partikel">partikel</a>. Sebagai gelombang, dicirikan oleh kecepatan (<a title="Kecepatan cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecepatan_cahaya">kecepatan cahaya</a>), <a title="Panjang gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panjang_gelombang">panjang gelombang</a>, dan <a title="Frekuensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frekuensi">frekuensi</a>. Kalau dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai <a title="Foton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Foton">foton</a>, dan masing-masing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh hubungan <a title="Max Planck" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Planck">Planck</a> <strong>E = Hν</strong>, di mana <strong>E</strong> adalah energi foton, <strong>h</strong> ialah <a title="Konstanta Planck" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konstanta_Planck">konstanta Planck</a> — 6.626 × 10 <sup>−34</sup> J·s — dan <strong>ν</strong> adalah frekuensi gelombang.  <a title="Albert Einstein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein">Einstein</a> kemudian memperbarui rumus ini menjadi <strong>E<sub>photon</sub> = hν</strong>.  <a id="Gelombang_elektromagnetik" name="Gelombang_elektromagnetik"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Gelombang elektromagnetik</span></h2>
<p>Yang termasuk gelombang elektromagnetik</p>
<table class="wikitable" border="0">
<tbody>
<tr>
<th>Gelombang</th>
<th>Panjang gelombang λ</th>
</tr>
<tr>
<td><a class="mw-redirect" title="Gelombang radio" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_radio">gelombang radio </a></td>
<td>1 mm-10.000 km</td>
</tr>
<tr>
<td><a class="mw-redirect" title="Infra merah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infra_merah">infra merah</a></td>
<td>0,001-1 mm</td>
</tr>
<tr>
<td><a class="mw-redirect" title="Cahaya tampak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya_tampak">cahaya tampak</a></td>
<td>400-720 nm</td>
</tr>
<tr>
<td><a class="mw-redirect" title="Ultra violet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ultra_violet">ultra violet</a></td>
<td>400nm</td>
</tr>
<tr>
<td><a class="mw-redirect" title="Sinar X" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar_X">sinar X</a></td>
<td>0,01-10 nm</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Sinar gamma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar_gamma">sinar gamma</a></td>
<td>0,0001-0,1 nm</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a class="mw-redirect" title="Sinar kosmis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar_kosmis">Sinar kosmis</a> tidak termasuk gelombang elektromagnetik; panjang gelombang lebih kecil dari 0,0001 nm.  Sinar dengan panjang gelombang besar, yaitu <a class="mw-redirect" title="Gelombang radio" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_radio">gelombang radio</a> dan <a class="mw-redirect" title="Infra merah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infra_merah">infra merah</a>, mempunyai frekuensi dan tingkat energi yang lebih rendah. Sinar dengan panjang gelombang kecil, <a class="mw-redirect" title="Ultra violet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ultra_violet">ultra violet</a>, <a class="mw-redirect" title="Sinar x" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar_x">sinar x</a> atau <a class="new" title="Sinar rontgen (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinar_rontgen&amp;action=edit&amp;redlink=1">sinar rontgen</a>, dan <a title="Sinar gamma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar_gamma">sinar gamma</a>, mempunyai frekuensi dan tingkat energi yang lebih tinggi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herdii.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herdii.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herdii.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herdii.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herdii.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herdii.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herdii.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herdii.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herdii.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herdii.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herdii.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herdii.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herdii.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herdii.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herdii.wordpress.com&amp;blog=5517351&amp;post=8&amp;subd=herdii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdii.wordpress.com/2008/11/15/gelombang-elektromagnetik-gem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6732d786d747acc9bf63bd42f6bdb92c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">herdii</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hereditas</title>
		<link>http://herdii.wordpress.com/2008/11/15/hereditas/</link>
		<comments>http://herdii.wordpress.com/2008/11/15/hereditas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 02:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdii</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[BiologiHereditas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herdii.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial Sudah terlihat jelas oleh manusia-manusia sejak dahulu bahwa keturunan menyerupai induknya. Konsep kuno Hereditas Filsuf Yunani mempunyai bermacam-macam ide tentang hereditas. Theophrastus mengajukan bahwa bunga jantan membuat bunga betina menjadi matang, Hiprokrates menduga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herdii.wordpress.com&amp;blog=5517351&amp;post=6&amp;subd=herdii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hereditas adalah pewarisan watak dari <a class="new" title="Induk (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Induk&amp;action=edit&amp;redlink=1">induk</a> ke keturunannya baik secara biologis melalui <a title="Gen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gen">gen</a> atau secara sosial melalui pewarisan <a title="Gelar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelar">gelar</a>, atau <a class="new" title="Status sosial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Status_sosial&amp;action=edit&amp;redlink=1">status sosial</a> Sudah terlihat jelas oleh manusia-manusia sejak dahulu bahwa keturunan menyerupai induknya.</p>
<h2><span class="mw-headline">Konsep kuno Hereditas</span></h2>
<p><a class="new" title="Filsuf Yunani (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Filsuf_Yunani&amp;action=edit&amp;redlink=1">Filsuf Yunani</a> mempunyai bermacam-macam ide tentang hereditas. <a title="Theophrastus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Theophrastus">Theophrastus</a> mengajukan bahwa bunga jantan membuat bunga betina menjadi matang, <a class="new" title="Hiprokrates (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hiprokrates&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hiprokrates</a> menduga bahwa &#8220;benih&#8221; diproduksi oleh berbagai anggota tubuh dan di wariskan pada saat pembuahan, <a title="Aristoteles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles">Aristoteles</a> bahwa semen pejantan dan betina becampur pada saat pembuahan, sedangkan <a class="new" title="Aeskhylus (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aeskhylus&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aeskhylus</a>, pada tahun 458 SM mengajukan ide bahwa sang pejantan adalah orang tua yang sebenernya dan betina adalah &#8220;perawat dari bayi yang disemai di dalamnya&#8221;.</p>
<p>Bermacam-macam mekanisme hereditas di ajukan tanpa diuji atau dikuantifikasi dengan layak. Mekanisme ini diantaranya <a class="new" title="Pewarisan campuran (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pewarisan_campuran&amp;action=edit&amp;redlink=1">pewarisan campuran</a>, dan <a class="new" title="Pewarisan sifat dapatan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pewarisan_sifat_dapatan&amp;action=edit&amp;redlink=1">pewarisan sifat dapatan</a>. Namun demikian, hewan dan tanaman domestik dapat dikembangkan melalui <a class="new" title="Seleksi artifisial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seleksi_artifisial&amp;action=edit&amp;redlink=1">seleksi artifisial</a>. Pewarisan sifat dapatan juga membentuk bagian dari ide evolusi <a class="mw-redirect" title="Lamarck" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lamarck">Lamarck</a></p>
<p>Pada abad kedelapan belas, ahli mikroskop <a class="new" title="Antoine van Leeuwenhoek (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antoine_van_Leeuwenhoek&amp;action=edit&amp;redlink=1">Antoine van Leeuwenhoek</a> (1632-1723) menemukan &#8220;binatang kecil&#8221; di dalam sperma manusia dan hewan lainnya. Penemuan ini menjadi dasar dari teori &#8220;spermis&#8221; yang menyatakan bahwa dalam sebuah sperma terdapat &#8220;orang kecil&#8221; (<a class="new" title="Homunculius (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Homunculius&amp;action=edit&amp;redlink=1">homunculius</a>) dan satu-satunya sumbangan yang dilakukan oleh pihak wanita adalah kandungan yang didalamnya homonculus tumbuh dan berkembang. Teori lainnya yan bertentangan, &#8220;ovis&#8221; menduga bahwa wanitalah yang menyimpan manusia kecil di dalam ovum.</p>
<p>[[Pangenesis adalah sebuah ide yang menyatakan bahwa pria dan wanita membentuk sebuah "pangen" di dalam setiap organ. Pangen ini kemudian berjalan melalui darah ke alat kelamin kemudian ke dalam bakap anak. Konsp ini bermula pada jaman yunani kuno dan mempengaruhi ilmu hayat sampai sekitar seratus tahun yang lalu. Istilah "hubungan darah", "darah murni", dan "darah bangsawan" adalah sisa-sisa dari teori Pangenesis. Pada dasawarsa <a title="1870" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1870">1870</a> <a class="new" title="Francis Galton (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Francis_Galton&amp;action=edit&amp;redlink=1">Francis Galton</a>, sepupu dari <a title="Charles Darwin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin">Charles Darwin</a> melakukan percobaan yang menyangkal penenesis.</p>
<h2><span class="mw-headline">Charles Darwin: Teori Evolusi</span></h2>
<p>Charles Darwin mengajukan teori evolusi pada tahun <a title="1859" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1859">1859</a> dan salah satu masalah utamanya adalah kurangnya mekanisme dasar untuk hereditas. Darwin percaya akan pewarisan dampiran dan pewarisan sifat dapatan. Pewarisan campuran akan menghasilkan keseragaman di antara populasi hanya dalam beberapa generasi sehingga akan menghilangkan variasi dari sebuah populasi yang kepadanya seleksi alam dapat berlaku. Hal ini membuat Darwin mengadopsi idea Lamarck pada makalahnya yang setelah <a class="new" title="The Origin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Origin&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Origin</a>. Pendekatan utama Darwin untuk hereditas adalah untuk mengaris bawahi bagaimana pewarisan itu dapat bekerja.</p>
<p>Model awal Darwin akan konsep hereditas diadopsi oleh saudaranya <a class="new" title="Francis Galton (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Francis_Galton&amp;action=edit&amp;redlink=1">Francis Galton</a> dan kemudian dimodifikasi olehnya untuk membuat sebua kerangka kerja akan teori <a title="Biometrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biometrik">biometrik</a>. Galton menolak aspek dari pangenesis darwin yang bertumpu pada sifat dapatan.</p>
<p>Pewarisan sifat dapatan terbukti kesalahannya pada dasawarsa <a title="1880" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1880">1880</a> ketika <a class="new" title="August Weismann (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=August_Weismann&amp;action=edit&amp;redlink=1">August Weismann</a> memotong ekor dari beberapa generasi <a title="Tikus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tikus">tikus</a> dan mendapati bahwa keturunannya tetap mempunyai ekor.</p>
<h2><span class="mw-headline">Gregor Mendel: Bapak genetika modern</span></h2>
<p>Ide akan pewarisan gen sebagian dapat di atribusikan ke seseorang pendeta <a title="Moravia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Moravia">Moravia</a> <a title="Gregor Mendel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gregor_Mendel">gregor Mendel</a><sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hereditas#cite_note-0">[1]</a></sup> monk yang menerbitkan penelitiannya akan kacang polong pada tahun <a title="1865" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1865">1865</a>. Namun karyanya tidak dikenal luas dan baru ditemukan kembali pada tahun <a title="1901" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1901">1901</a>. Pada awalnya dianggap bahwa pewarisan ala Mendel hanya dihitung untuk perbedaan yang besar seperti yang dimatai oleh mendel pada tanaman polongnya dan ide akan pengaruh kumultive pada gen tidak disadari sampai ketika makalah oleh <a title="Ronald Fisher" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ronald_Fisher">Ronald Fisher</a> pada tahun 1918 berjudul &#8220;Hubungan Antara Keturunan Dalam Pewarisan Mendel]]. Untuk sejarah genetika lebih lanjut dapat dilihat dalam artikel <em><a class="new" title="Sejarah ilmu genetika (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_ilmu_genetika&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sejarah ilmu genetika</a></em></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"><span style="font-size:12pt;color:green;font-family:'Arial Narrow';"><strong>PRINSIP-PRINSIP PENURUAN (HEREDITAS)</strong></span> </span></p>
<table class="MsoTableGrid" border="1" cellspacing="3" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">BIOLOGI MOLEKULER GEN</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;background:navy none repeat scroll 0 50%;width:364.15pt;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top"><strong><span style="font-size:10pt;color:white;font-family:Arial;">Molekul hereditas, replikasi, transkripsi, tranlasi</span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">1. DNA adalah material genetik</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top">
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Penemuan atau penelitian menggunakan virus dan bakteri membuktikan bahwa instruksi untuk menghasilkan sifat yang diwariskan adalah DNA. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Dengan kata lain penelitian membuktikan bahwa DNA adalah material genetik. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Contoh, eksperimen Hershey-Chase menggunakan virus T4 yang memiliki DNA saja bahwa hanya DNAnya yang menerobos membran sel bakteri tidak protein hasil fungsi DNAnya. Proteinnya pada larutan (supernatan), DNAnya pada pelet.</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">2. DNA dan RNA adalah polimer nukleotida</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top">
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Struktur nukleotida terdiri atas: </span>
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">(1) gula beratom karbon lima (ribosa, dan kandungan satu atom oksigen, disebut deoksiribosa untuk DNA; </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">(2) gugus fosfat dan </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">(3) salah satu dari basa-basa nitrogen purin adenin atau guanin atau pirimidin timin atau sitosin (Cytosine). </span></li>
</ul>
</li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Ketiga komponen nukleotida tersebut adalah monomernya DNA dan untuk RNA monomer nukleotidanya berbeda dari DNA adalah komponen gula dan basa pirimidin urasil, bukan timin.</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Struktur DNA </span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">dobel heliks (lihat Gambar pada bab sel). </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Struktur dobel heliks DNA ditemukan Watson dan Crick pada tahun 1953, baru diberi Nobel pada tahun 1962.</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top">
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Struktur DNA dalam kromosom: pada satu komponen, ada satu untai molekul DNA, </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Apabila untai molekul DNA dari semua kromosom disambung dari ujung ke ujung, bisa panjang sekali. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Kenyataan bahwa DNA menjadi suatu massa yang padat pada kromosom karena ada protein. Jadi pada kromosom selain DNA ada protein. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Protein pada eukariotik kromosom autosom adalah histon. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Karena adanya protein (histon) itu DNA terikat secara kuat membentuk apa yang disebut nukleosom.</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"><strong><span style="color:#000080;">FUNGSI DNA</span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">1. Replikasi dan Reparasi DNA</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top">
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Replikasi DNA tergantung pada pasangan basa khususnya</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Basa Adenin selalu berpasangan dengan basa timin (A_T). </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Basa Guanin selalu berpasangan dengan sitosin (G-C).</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses replikasi DNA, terjadi sebelum fase pembelahan sel</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses replikasi dimulai pada bagian khusus dari struktur dobel heliks yang disebut asal replikasi, yaitu di mana protein pemulai replikasi menempel pada untai DNA. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Kemudian dobel heliks DNA membentuk apa yang disebut gelembung, yaitu untai dobel berpisah, mengembang. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Untai DNA parental membuka, namun tetap bersatu, yang untuk memudahkan digambarkan sebagai garpu.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Kemudian enzim polimerase memulai replikasi dengan menempelkan nukleotida pasangannya</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Pasa satu sisi untai DNA polimerase bekerja menyambungkan nukleotida ke arah titik garpu dan sisi garpu lainnya DNA polimerase bekerja keluar titik garpu.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Arah replikasi selalu tetap yaitu dari ujung atom karbon nomor 5’ ke arah ujung 3’, karena arah enzim DNA polimerase yang menyebabkan proses replikasi hanya menambahkan nukleotida dari ujung 3’ dari untai DNA.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Setelah polimerase bekerja, enzim DNA ligase menggandengkan dua untai pendek-pendek menjadi untai panjang</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Ada enzim lagi yang memberikan koreksi, mengontrol apakah pasangan basa tepat atau tidak. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses pengontrolan dan atau perbaikan disebut reparasi DNA yang melibatkan DNA polimerase, dan DNA ligase.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Tempat mulainya replikasi pada kromosom eukariotik dapat beberapa tempat dan dapat secara serentak replikasi berjalan, sehingga memperpendek total waktu replikasi.</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">2. Ekspresi Gen</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top">
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Genotip DNA diekspresikan sebagai protein yang menjadi molekul dasar untuk fenotip sifat yang diturunkan</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">DNA untuk menjadi protein harus ditranskripsikan menjadi RNA atau untai tunggal DNA. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Jadi DNA menentukan sifat protein yang dihasilkan, secara tidak langsung yaitu melalui pemindahan informasinya ke bentuk RNA, yang kemudian memprogram sintesa protein atau translasi RNA ke protein</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Jadi pada proses ekspresi gen ada dua tahap penting yaitu transkripsi, suatu proses pemindahan informasi genetis ke molekul RNA dan translasi, proses transfer dari informasi RNA ke protein.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses transkripsi adalah proses sintesa RNA dari template DNA, bedanya basa RNA adalah Urasil (U) sebagai gantinya timin (T). </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Jadi bila dalam untai DNA A maka hasil transkripsinya adalah U dan bila pada DNA T, maka pada RNA menjadi A, bila pada DNA C maka hasil transkripsi pada RNA adalah G dan sebaliknya. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Contoh untai DNA AAACCGGCAAAA maka untai molekul RNA hasil transkripsi adalah RNA UUUGGCCGUUUU</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">RNA adalah untai tunggal, komplementernya DNA. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">RNA adalah pembawa pesan DNA</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Urutan basa pada RNA dibaca tiga-tiga disebut kodon, mendiktekan jenis asam amino yang dikode pada tahap translasi.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Jadi informasi genetik ditulis sebagai kodon dan ditranslasikan ke dalam rangkaian (urutan) asam amino</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Enzim untuk mentranskripsi DNA menjadi RNA disebut RNA polimerase</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses transkripsi dimulai ketika enzim RNA polimerase berkontak dengan protein pada DNA yang disebut promotor. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Setelah tahap transkripsi dimulai dari proses yang disebut inisiasi, yaitu ketika enzim RNA polimerase bergabung dengan promotor.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Pada tiap gen, promotor hanya mengkode untuk mentranskripsi satu untai </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">DNA saja</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Bagian yang ditranskripsi berbebda antara satu gen dengan gen lainnya</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Tahap transkripsi berikutnya adalah pemanjangan RNA, RNA terpisah atau menjauh dari DNA templatenya, sehingga kedua untai DNA dapat bergabung lagi, dilanjutkan dengan tahap ketiga.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Tahap ketiga transkripsi adalah terminasi, yaitu ketika RNA polimerase mencapai urutan basa tertentu yang disebut terminator</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses transkripsi menghasilkan tiga jenis RNA, yaitu yang pertama adalah RNA yang mengkode urutan asam amino, disebut RNA pembawa atau mesenger disingkat mRNA, dan dua jenis RNA, yaitu transfer RNA disingkat tRNA sebagai molekul penerjemah dan ribosom disingkat rRNA yang menyediakan diri sebagai tempat atau pabrik pembuat protein, semuanya berperanan dalam proses translasi.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">mRNA yang dihasilkan bukan hanya untai dari informasi genetik dari DNA, tetapi masing-masing ujungnya diperpanjang dengan untai selain berita genetik pada proses transkripsi yang diperlukan untuk proses translasi nantinya.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Berita genetik ditranslasi dalam sitoplasma. Pada prokariot semua transkripsi dan translasi terjadi dalam sitoplasma.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Jadi RNA hasil transkripsi dalam nukleus ditransport keluar inti ke dalam sitoplasma.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses translasi berita genetik yang dibawa mRNA ke bahasa urutan asam amino memerlukan penerjemah yang dilakukan oleh tRNA.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">tRNA menerjemahkan berita genetik dari tiga huruf kata (kodon) ke satu huruf kata asam amino protein. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Enzim diperlukan untuk menempelkan asam amino sesuai kodon yang dibaca tRNA ke tRNA bersangkutan.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Sama seperti transkripsi, translasi juga dibedakan menjadi tiga tahap: inisiasi, pemanjangan, dan terminasi</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses inisiasi meliputi penggabungan bersama-sama mRNA, asam amino pertama yang menempel pada tRNA dan dua subunit ribosom</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Tahapan inisiasi translasi adalah molekul mRNA melekat ke arah subunit kecil ribosom. tRNA initiator berlokasi dan melekat pada kodon khusus permulaan translasi pada mRNA, disebut kodon pemulai, yaitu kodon AUG di mana tRNA membawa asam amino Met. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Kemudian subunit ribosom besar bergabung dengan subunit kecilnya, menghasilkan ribosom fungsional untuk sintesa protein berlangsung, di mana tRNA inisiator tepat menempati posisinya.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Kemudian tahap pemanjangan rantai polipeptida berlangsung hingga tercapai kodon terminasi translasi</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Kodon termainasi adalah UAA atau UAG atau UGA yang tidak mengkode asam amino, dan itu menandai terminasi translasi.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Selama dan sesudah translasi, rantai polipeptida bergelung atau melipat membentuk struktur tiga dimensi, struktur tersiernya. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Ada beberapa polipeptida yang bergabung bersama membentuk struktur kwartener proteinnya.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Jadi aliran informasi genetik berjalan dari DNA ke RNA dan kemudian ke protein</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none #ece9d8;width:364.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="486" valign="top"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Mutasi adalah perubahan apa saja yang terjadi pada urutan nukleotida DNA</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Mutasi dapat meliputi sejumlah untai yang panjang atau besar dari kromosom atau hanya satu pasang basa saja, seperti contohnya penyakit sickell cell. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Jadi mutasi pada hanya satu atau beberapa pasang basa dalam DNA dapat berpengaruh terhadap translasi gen atau sintesis protein.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Ada dua jenis mutasi yaitu penggantian basa dan penghilangan atau penyisipan basa</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Sumber penyebab terjadinya mutasi disebut mutagen. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Proses pembentukan mutasi disebut mutagenesis.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Penyebab mutasi bisa akibat dari kesalahan selama replikasi atau rekombinasi yang disebut mutasi spontan, yang lainnya tidak diketahui penyebabnya.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Mutagen yang umum terdapat di alam adalah sinar X dan sinar UV</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Baik mutasi terjadi di alam atau disengaja (hasil eksperimen) mutasi menciptakan alel berbeda yang diperlukan untuk mempelajari gen.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">DNA virus dapat menjadi bagian dari DNA sel hostnya. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Beberapa virus menjadi penyebab penyakit pada hewan, tanaman, manusia. Virus AIDS membuat DNA dari template RNAnya. </span></li>
<li><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Penelitian dengan virus sangat berkaitan erat dengan genetika molekuler.</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herdii.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herdii.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herdii.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herdii.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herdii.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herdii.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herdii.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herdii.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herdii.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herdii.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herdii.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herdii.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herdii.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herdii.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herdii.wordpress.com&amp;blog=5517351&amp;post=6&amp;subd=herdii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdii.wordpress.com/2008/11/15/hereditas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6732d786d747acc9bf63bd42f6bdb92c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">herdii</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://herdii.wordpress.com/2008/11/14/hello-world/</link>
		<comments>http://herdii.wordpress.com/2008/11/14/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 12:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdii</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herdii.wordpress.com&amp;blog=5517351&amp;post=1&amp;subd=herdii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herdii.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herdii.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herdii.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herdii.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herdii.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herdii.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herdii.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herdii.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herdii.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herdii.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herdii.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herdii.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herdii.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herdii.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herdii.wordpress.com&amp;blog=5517351&amp;post=1&amp;subd=herdii&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdii.wordpress.com/2008/11/14/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6732d786d747acc9bf63bd42f6bdb92c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">herdii</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
